Tampilkan postingan dengan label pengasuh anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengasuh anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014


Penyiksaan dan Pengabaian Terhadap Anak

  

Penyiksaan Terhadap Anak  

Semua orang tua pasti sekali waktu merasa marah terhadap anaknya. Mengatasi perilaku anak memang bukan perkara mudah. Hanya dengan bilang “tidak” saja belum tentu dapat meredam sikap yang menjengkelkan tersebut. Dalam menghadapi sikap dan perilaku anak yang menyulitkan tersebut banyak orang tua yang lepas kendali sehingga mengatakan atau melakukan sesuatu yang membahayakan anak sehingga kemudian mereka sesali. Jika situasi ini sering berulang, hal ini yang dikatakan sebagai penyiksaan anak, baik secara fisik maupun mental. 

Beberapa kriteria yang termasuk perilaku menyiksa seperti :
  • Menghukum anak secara berlebihan
  • Memukul
  • Menyulut dengan ujung rokok, membakar, menampar, membanting
  • Terus menerus mengkritik, mengancam, atau menunjukkan sikap penolakan terhadap anak
  • Pelecehan seksual 
  • Menyerang anak secara agresif
  • Mengabaikan anak; tidak memperhatikan kebutuhan makan, bermain, kasih sayang dan memberikan rasa aman yang memadai

Pengabaian Terhadap Anak

Penyiksaan terhadap anak tidak terbatas pada perilaku agresif seperti memukul, membentak-bentak, menghukum secara fisik dan sebagainya, namun sikap orang tua yang mengabaikan anak-anaknya juga tergolong bentuk penyiksaan secara pasif. Pengabaian dapat diartikan sebagai ketiadaan perhatian baik sosial, emosional dan fisik yang memadai, yang sudah selayaknya diterima oleh sang anak. 

Pengabaian ini dapat berbentuk :
  • Kurang  memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan anak
  • Tidak memperhatikan kebutuhan makan, bermain, rasa aman, kesehatan, perlindungan (rumah) dan pendidikan
  • Mengacuhkan anak, tidak mengajak bicara
  • Membeda-bedakan kasih sayang dan perhatian antara anak-anaknya
  • Dipisahkan dari orang tua, jika tidak ada pengganti yang stabil dan memuaskan
 
Menurut pendapat Vander Zanden (1989)
Perilaku menyiksa dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penyerangan secara fisik atau melukai anak; dan perbuatan ini dilakukan justru oleh pengasuhnya (orang tua atau pengasuh non-keluarga). 

Menurut data penelitian diungkapkan bahwa penyiksaan secara fisik banyak dialami oleh anak-anak sejak masa bayi, dan berlanjut hingga masa kanak-kanak sampai remaja.

Lain lagi pendapat para psikiater yang terhimpun dalam Himpunan Masyarakat Pencegah Kekerasan Pada Anak di Inggris (1999). 
Mereka berpendapat, bahwa pengabaian terhadap anak juga merupakan sikap penyiksaan namun lebih bersifat pasif. Efek dari penyiksaan maupun pengabaian terhadap anak sama-sama mendatangkan akibat yang buruk. 


Selasa, 08 Juli 2014

Kiat Menilai Pengasuh Anak Anda


Bila Anda berada di kantor, mungkin berulang kali pikiran Anda melayang ke rumah, apakah si kecil baik-baik saja? Bisakah susternya dipercaya?

Untuk mengurangi kekhawatiran Anda, cobalah mencermati hal-hal berikut:


Ajak si kecil bicara.
Bila anak sudah bisa diajak ngobrol, obrolan santai bersamanya bisa memberikan sinyal. Anda mungkin bisa bertanya padanya, “Adik ngapain saja di rumah hari ini? Main ke mana saja? Nangis nggak, tadi? Ada yang adik nggak suka?” Untuk si bayi, perhatikan apakah dia lebih sulit ketika Anda harus berpisah dengannya saat berangkat ke kantor.

Amati saat si kecil bersama pengasuhnya.
Bahkan bayi pun bisa tersenyum dan langsung merangkak menghampiri bila dia menyukai seseorang. Bila anak Anda sedang ngambek atau menolak, bisakah si pengasuh membujuknya? Bagaimana dengan kejujurannya, apakah dia berterus terang jika terjadi sesuatu dengan anak Anda, termasuk bila si kecil susah makan hari itu? Apakah dia hanya sebatas melapor tanpa berusaha memecahkan masalah lebih dulu?

Catat perkembangan si kecil.
Bila anak tak bahagia, besar kemungkinan mereka bisa mengalami kemunduran. Kalau si kecil sudah bisa pipis sendiri di toilet tapi sekarang tiba-tiba sering mengompol di celana, mungkin saja dia sedang mengalami masa-masa sulit.

Periksa apakah berat badan anak terjaga dengan baik. 
Sesuai umurnya berat badan anak seharusnya juga ikut bertambah. Bila berat badananak mengalami penurunan, mungkin Anda perlu waspada apakah pengasuhnya telah memberikan asupan makanan yang dibutuhkan si kecil dengan baik.

Perhatikan perilaku si kecil.
Apakah bayi Anda lebih rewel daripada biasanya? Bila hal itu berlangsung terus menerus selama berminggu-minggu berikutnya, Anda mungkin harus berbuat sesuatu, termasuk mengganti pengasuh anak bila perlu. Perbedaan signifikan yang terjadi pada kebiasaan makan, tidur, dan tingkah lakuk di luar kebiasaan juga mensinyalkan adanya masalah. 

Sumber: http://www.parenting.co.id/